Berikan Kuliah Pascasarjana di Unhan Bamsoet Ingatkan Pentingnya Menyelesaikan Warisan Konflik Masa Lalu
Rabu, 11-12-2024 - 21:18:41 WIB
Anggota Komisi III DPR RI sekaligus dosen tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) Bambang Soesatyo.
Baca juga:
   
 

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI sekaligus dosen tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) Bambang Soesatyo menuturkan sejarah bangsa Indonesia tidak lepas dari berbagai konflik, mulai dari peristiwa DI/TII, G30S/PKI, Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) serta gerakan separatisme lain yang terjadi di berbagai daerah. Pemberontakan G30S/PKI pada tahun 1965 mengakibatkan ratusan ribu jiwa melayang dan membuka luka sosial yang dalam. Kasus serupa juga terjadi dalam pemberontakan DI/TII yang berupaya menentang pemerintahan dan menciptakan negara Islam Indonesia pada tahun 1949 dan 1950-an.

"Setiap peristiwa tersebut menanamkan rasa kebencian dan ketidakpercayaan antar elemen masyarakat yang berlanjut hingga generasi berikutnya. Anak cucu dari keturunan pelaku sejarah yang sama sekali tidak tahu menahu atau tidak terlibat dalam peristiwa sejarah, harus ikut menanggung dosa warisan atau dosa turunan dari nenek moyang mereka. Hal ini jelas tidak boleh terus terjadi. Generasi penerus bangsa harus diberi kesempatan untuk melihat sejarah secara objektif dan menggugah semangat untuk berhenti mewariskan konflik," ujar Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Unhan, secara daring, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 yang juga dosen tetap pascasarjana Universitas Borobudur, Trisaksti serta Jayabaya ini menjelaskan, pemahaman dan pelajaran dari sejarah menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Para generasi muda yang mungkin tidak merasakan langsung dampak dari konflik tersebut, dapat berperan penting dalam menciptakan rekonsiliasi dengan cara membuka dialog, memahami perasaan dan perspektif satu sama lain, serta mengedepankan kesadaran kolektif bahwa perbedaan adalah bagian dari identitas bangsa.

"Rekonsiliasi bukan berarti melupakan. Sebaliknya, penting untuk mengenali apa yang terjadi di masa lalu dan mengambil hikmahnya sebagai pembelajaran. Institusi pendidikan, misalnya, harus menjadi tempat di mana sejarah dikaji secara kritis dan mendalam, disertai dengan diskusi yang cerdas tentang akibat dari konflik serta nilai-nilai kebersamaan yang perlu ditanamkan. Dengan cara ini, generasi muda dapat menghindari kesalahan yang sama dan mewarisi semangat untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, Indonesia memiliki berbagai latar belakang suku, budaya, agama, ataupun ideologi. Segala perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Dengan semangat untuk berhenti mewariskan konflik dan tidak menciptakan konflik yang baru, generasi kini dan mendatang dapat membangun Indonesia yang lebih kuat, bersatu dalam berbagai perbedaan, dan berfokus pada pencapaian bersama.

"Sejarah adalah milik bersama dan semua elemen bangsa memiliki hak untuk memperbaiki serta memajukan bangsa ini. Memahami sejarah adalah kunci untuk merajut kembali persatuan yang terputus. Melalui kesepahaman untuk berhenti mewariskan konflik, kita akan memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk memaafkan, tanpa melupakan, dengan tetap menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga," pungkas Bamsoet.

(*).




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com