Konsolidasi PAN Jawa Timur, Viva Yoga Tegaskan PAN Miliki Program Konkret untuk Rakyat
Surabaya, - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa PAN sebagai partai politik modern memiliki sejumlah program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program tersebut di antaranya PANsar Murah, pembagian sembako, kepedulian terhadap anak yatim dan piatu, serta berbagai program kerakyatan lainnya.
“Semua merupakan program yang langsung diterima dan dirasakan oleh rakyat,” ujar Viva Yoga di hadapan anggota DPR RI serta DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Partai, pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu, sekaligus penyerahan bantuan kompensasi kepada calon anggota legislatif yang belum terpilih pada Pemilu 2024. Kegiatan itu berlangsung di Surabaya, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga menyampaikan bahwa cita-cita Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk menjadikan PAN sebagai partai modern harus mendapat dukungan penuh dari seluruh kader.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan sebuah partai politik dapat dikategorikan sebagai partai modern. Di antaranya memiliki landasan ideologi politik yang jelas, struktur organisasi hingga tingkat desa, sistem kaderisasi, program konkret, kemandirian logistik, serta budaya demokrasi yang kuat di internal partai.
Viva Yoga yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Transmigrasi juga menilai rapat koordinasi tersebut merupakan salah satu wujud PAN sebagai partai modern.
“Koordinasi yang di dalamnya ada diskusi, serap aspirasi, dan dialog merupakan bentuk mengembangkan budaya demokrasi di internal partai,” tuturnya.
Ia menegaskan, setiap pengambilan keputusan di PAN harus melalui mekanisme organisasi sesuai AD/ART, mulai dari kongres, musyawarah wilayah (muswil), musyawarah daerah (musda), musyawarah cabang (muscam), hingga musyawarah desa (musdes).
“Ini merupakan indikator bahwa proses pengambilan keputusan partai melibatkan pengurus dan anggota secara kolektif,” tegasnya.
Mantan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) itu menambahkan, demokratisasi juga harus diwujudkan dalam kehidupan internal partai. Hal tersebut, katanya, merupakan konsep, gagasan, sekaligus komitmen Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Bang Zul ingin menjadikan PAN sebagai partai yang besar,” ujarnya.
Meski mengakui terdapat tantangan dalam mewujudkan cita-cita tersebut, Viva Yoga optimistis melalui komunikasi dan konsolidasi yang dilakukan DPW PAN Jawa Timur, target menjadikan PAN sebagai partai besar dapat tercapai.
“Konsolidasi hari ini saya rasa akan menambah energi perjuangan ke depan. Kita kokohkan Jawa Timur sebagai basis PAN,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Viva Yoga juga mengingatkan kembali arahan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahwa PAN merupakan bagian dari pemerintahan atau partai pendukung pemerintah.
Meski demikian, ia mendorong seluruh kader PAN yang menjadi wakil rakyat, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar terus berkreasi dan berinovasi dalam menjalankan tugas serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Terkait wacana parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen, Viva Yoga menyatakan PAN tidak mempermasalahkan apabila ambang batas tersebut ditetapkan sebesar 5 persen maupun 6 persen. “Kita oke-oke saja,” tuturnya.
Namun, ia menekankan pentingnya memastikan agar tidak ada suara rakyat yang terbuang atau tidak terkonversi menjadi kursi di parlemen.
“Pentingnya mempertahankan proporsionalitas demi menjaga demokrasi,” paparnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Karena itu, keberadaan berbagai partai politik di parlemen dinilai penting untuk menjaga dinamika demokrasi dan mengakomodasi keberagaman aspirasi masyarakat.
“Jika di DPR semakin sedikit partai, maka tidak banyak perdebatan dan dinamika demokrasi,” ungkapnya.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Ketua DPW PAN Jawa Timur yang juga anggota DPR RI Komisi XI, Ahmad Rizki Sadig, serta sejumlah senior PAN, yakni H. Masfuk, mantan Bupati Lamongan, dan Prof. Zainuddin Maliki, anggota DPR RI periode 2019–2024.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan. Di sela-sela rapat koordinasi, panitia juga menyuguhkan aneka kuliner tradisional, seperti sate Madura, bakso, dan warung kopi.
(Rls).
Komentar Anda :