Indonesia Fitness Festival Jadi Wadah Atlet Lintas Generasi, Founder Harapkan Dukungan Pemerintah
Jakarta, - Indonesia Fitness Festival (IFF) menjadi wadah kompetisi terbuka bagi atlet dan komunitas olahraga dari berbagai latar belakang. Ajang multisports tersebut diikuti sekitar 980 hingga 1.000 peserta dan atlet.
Festival yang melibatkan berbagai komunitas olahraga ini bertujuan memberikan kesempatan kepada atlet untuk berkompetisi tanpa dibatasi perbedaan federasi.
Founder Indonesia Fitness Festival, Canggih Fitrah, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keinginan menghadirkan ruang kompetisi yang lebih terbuka bagi seluruh atlet.
Menurut Canggih, selama ini sekat antarfederasi kerap membatasi kesempatan atlet untuk mengikuti pertandingan di luar organisasi yang menaunginya.
“Semua atlet dari federasi mana pun boleh berpartisipasi. Prinsip kami sederhana, kalau mau bertanding, silakan mendaftar dan berkompetisi. Kami ingin semua atlet mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Kehadiran Deddy Corbuzier dalam penyelenggaraan Indonesia Fitness Festival turut menarik perhatian peserta dan pengunjung.
Dorong Atlet ke Kompetisi Internasional
Selain menjadi ajang kompetisi nasional, IFF juga menargetkan pengembangan prestasi atlet agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Canggih menjelaskan, atlet yang berprestasi berpeluang memperoleh rekomendasi untuk mengikuti kejuaraan internasional tanpa biaya pendaftaran. Sejumlah negara, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia, menjadi tujuan potensial untuk mengikuti kompetisi terbuka.
Menurutnya, kesempatan bertanding di luar negeri dapat menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kemampuan atlet Indonesia.
Lima Tahun Berjalan, Harapkan Perhatian Pemerintah
Canggih juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada penyelenggara kegiatan olahraga independen.
Ia menyebutkan, Indonesia Fitness Festival telah berlangsung selama lima tahun dengan mengandalkan dana pribadi dan dukungan sponsor, tanpa bantuan pendanaan pemerintah.
Padahal, menurutnya, kegiatan tersebut turut mendukung kampanye pola hidup sehat melalui olahraga.
“Harapan kami, pemerintah lebih aware terhadap penyelenggara event olahraga seperti ini. Kami menjalankan kegiatan dengan dana pribadi dan dukungan sponsor. Padahal, secara tidak langsung kami juga membantu pemerintah mengajak masyarakat hidup sehat melalui olahraga,” katanya.
Ia menambahkan, atlet, komunitas kebugaran, dan influencer kesehatan memiliki peran dalam menyebarkan edukasi mengenai pola hidup sehat, terutama kepada generasi muda melalui platform digital.
Olahraga sebagai Upaya Pencegahan Narkoba
Canggih menilai olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik dan prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, komunitas olahraga dapat membentuk lingkungan positif yang mendorong kedisiplinan, solidaritas, dan produktivitas. Aktivitas tersebut juga diharapkan menjadi alternatif kegiatan bagi generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya membuka peluang kerja sama dengan penyelenggara olahraga independen.
“Jangan biarkan penyelenggara olahraga berjalan sendiri. Kami ingin kegiatan seperti ini semakin berkembang, semakin banyak atlet mendapatkan kesempatan bertanding, dan semakin banyak generasi muda yang memilih olahraga sebagai jalan menuju prestasi,” tuturnya.
Melalui Indonesia Fitness Festival, penyelenggara berharap kompetisi olahraga semakin terbuka dan dapat mendorong lahirnya atlet berprestasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.
(Rifai).
Komentar Anda :