Pemerintah Perkuat Pasokan BBM, Jaga Stabilitas Energi Nasional
Selasa, 20-10-2026 - 08:35:07 WIB
 |
| Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). |
Jakarta, - Pemerintah terus memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa harga *Indonesian Crude Price* (ICP) saat ini berada pada kisaran USD105–106 per barel. Sementara itu, rata-rata ICP selama Januari hingga Oktober 2026 mencapai USD91–92 per barel.
Dari sisi ketersediaan, cadangan nasional Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari. Adapun BBM jenis lain, termasuk Pertamax dengan RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar, memiliki cadangan di atas 20 hari.
Pemerintah juga memperkuat pasokan BBM di Bali hingga mencapai 11–12 hari, dengan target peningkatan menjadi 15 hari dalam sepekan ke depan. Gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal dari Jawa dilaporkan berangsur teratasi melalui koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sementara itu, distribusi BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur juga mulai kembali normal.
Di sektor mineral dan batu bara, pemerintah menerapkan relaksasi produksi secara terbatas guna menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Kebijakan tersebut dilakukan di tengah harga batu bara yang mencapai USD154 per ton untuk kalori 6.333, sekaligus sebagai upaya mendorong peningkatan devisa negara.
Pada sektor hilirisasi, pengembangan industri nikel terus berjalan, termasuk di kawasan Weda Bay, Maluku Utara. Pemerintah juga bersiap meresmikan pabrik dalam ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama antara CATL dan badan usaha milik negara (BUMN), dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Presiden Prabowo sekitar setahun lalu.
Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional, memastikan pasokan BBM tetap terjaga, memperkuat industri hilir, serta meningkatkan penerimaan devisa negara.
(***).
Komentar Anda :