Kodam XVIII/Kasuari Dukung Penanganan Karhutla di Papua Barat melalui Operasi Modifikasi Cuaca
Jumat, 16-10-2026 - 11:30:43 WIB
 |
| Brigjen TNI Dian Hardiana, S.I.P., saat briefing Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) penanganan karhutla di Provinsi Papua Barat. |
Manokwari, - Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dian Hardiana, S.I.P., menghadiri briefing Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Barat tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Executive Lounge Bandara Rendani, Manokwari, Rabu (14/10/2026), dan dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, S.H., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP., Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., serta unsur kejaksaan, pengadilan, BMKG, dan DPRD Provinsi Papua Barat.
Dalam briefing tersebut, Gubernur Papua Barat menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Sementara itu, kondisi kabut asap juga dipengaruhi oleh kebakaran di wilayah lain, termasuk Papua Selatan.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya pemadaman karhutla. Ia juga mengajak seluruh unsur terkait untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah munculnya titik kebakaran baru.
Apresiasi turut diberikan kepada Kodam XVIII/Kasuari beserta jajarannya atas dukungan dalam penanganan karhutla di wilayah Papua Barat. Kehadiran Kasdam XVIII/Kasuari dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya penanggulangan bencana melalui koordinasi lintas instansi.
Melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, diharapkan upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal, sekaligus membantu mengurangi dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjalin guna mendukung penanganan karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Papua Barat.
(Barat).
Komentar Anda :