Presiden Pimpin Ratas, Penanganan Karhutla Difokuskan di Dua Provinsi
Senin, 12-10-2026 - 22:12:25 WIB
 |
| Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
|
Jakarta, - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda dari kedua provinsi tersebut.
Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak karhutla masih dalam proses pemadaman. Penanganan saat ini difokuskan pada wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Operasi pemadaman darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.
Selain operasi darat, pemadaman melalui udara menggunakan teknik *water bombing* terus dilakukan di sejumlah wilayah untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Sementara itu, kondisi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dilaporkan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan awan hujan.
Upaya tersebut dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Presiden Prabowo meminta seluruh pihak memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan sumber daya secara optimal. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pemadaman serta mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi, baik melalui operasi darat, dukungan udara, maupun upaya modifikasi cuaca, agar dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan.
(***).
Komentar Anda :