Hadapi Keterbatasan Air, Petani Kemusu Tetap Optimistis Tanam Padi di MT III
Sabtu, 12-09-2026 - 23:39:42 WIB
 |
| Sertu Muhammad Al Amin berdialog dengan petani Yatmin di areal persawahan Dukuh Rejosari, Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Sabtu (12/9/2026).
|
Boyolal, - Keterbatasan air tak menyurutkan langkah petani di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, untuk tetap menggarap sawah pada musim tanam ketiga (MT III). Meski kebutuhan biaya pengairan meningkat, harapan terhadap hasil panen tetap menjadi dorongan bagi petani untuk melanjutkan budidaya padi.
Kondisi tersebut terlihat saat Babinsa Desa Kedungmulyo Koramil 18/Kemusu Kodim 0724/Boyolali, Sertu Muhammad Al Amin, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama petani Yatmin di areal persawahan Dukuh Rejosari RT 03/RW 03, Desa Kedungmulyo, Sabtu (12/9/2026).
Dalam dialog di tengah lahan persawahan, Sertu Muhammad Al Amin menggali informasi mengenai perkembangan tanaman padi sekaligus kendala yang dihadapi petani selama MT III.
Yatmin menjelaskan, musim tanam ketiga membutuhkan modal lebih besar karena ketersediaan air terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan pengairan, ia mengandalkan sumber air dari sumur dalam yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Yatmin berhenti bercocok tanam. Ia tetap berharap hasil panen dapat menutup biaya produksi dan memberikan keuntungan, terlebih jika harga jual gabah nantinya lebih baik dibandingkan musim tanam sebelumnya.
Bagi petani, keputusan mempertahankan lahan tetap produktif di tengah keterbatasan air menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
Sementara itu, Sertu Muhammad Al Amin mengatakan, Komsos dilakukan sebagai sarana untuk mengetahui secara langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani di wilayah binaannya.
“Petani harus tetap optimistis. Meski MT III membutuhkan biaya dan usaha lebih besar, semoga hasil panen nantinya baik dan harga jualnya mampu memberikan keuntungan bagi petani,” ujarnya.
Melalui komunikasi dan pendampingan di lapangan, Babinsa berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar tetap produktif dalam mengelola lahan pertanian.
(Agus).
Komentar Anda :