Dua Tahun Terisolasi, Warga Desa di Pulau Haruku Ultimatum Presiden Prabowo dan Gubernur Maluku
Sabtu, 01-08-2026 - 22:56:50 WIB
Warga Negeri Wassu dan Negeri Oma di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Baca juga:
   
 

 


Maluku Tengah, -  Menjelang bulan Agustus, saat negara bersiap merayakan kemerdekaan dengan gegap gempita, sebuah ironi pahit justru mencuat dari kawasan timur Indonesia. Warga Negeri Wassu dan Negeri Oma di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, merasa telah dimerdekakan dari perhatian negara.


Akses jalan vital yang menghubungkan kedua negeri tersebut telah rusak parah dan terputus selama dua tahun,  Tanpa ada tanda-tanda kehadiran alat berat maupun realisasi janji perbaikan, ratusan warga akhirnya mengambil langkah ekstrem,  Memberi ultimatum 14 hari kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir.


Tuntutannya tunggal dan mutlak,  Turunkan ekskavator ke lokasi, atau warga mengancam tidak akan mengibarkan Bendera Merah Putih di Negeri Wassu pada peringatan HUT RI mendatang.


Frustrasi warga bukanlah isapan jempol,  Ratusan warga sebelumnya telah turun ke jalan, melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk menyingkirkan puing-puing material longsor yang menutup akses. Namun, semangat kebersamaan warga mentok pada realitas fisik: tangan kosong dan cangkul tak berdaya menghadapi bongkahan batu raksasa dan kontur tanah yang amblas.


Ketiadaan alat berat dari pemerintah daerah seolah menjadi "monumen kebisuan" negara atas penderitaan warga Pulau Haruku. Akibat jalan putus, roda ekonomi mati, akses kesehatan terhambat, dan mobilitas warga harus memutar dengan biaya yang mencekik.


Ancaman untuk tidak mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukanlah bentuk makar atau pembangkangan konstitusi. Ini adalah jeritan paling purba dari warga yang merasa kontrak sosialnya dengan negara telah dikhianati.


"Apakah kami akan dicap pemberontak hanya karena kami menuntut keadilan pembangunan? Kami bukan pemberontak, kami menuntut keadilan," tegas perwakilan warga dalam surat terbuka mereka yang menyasar langsung Istana negara dan kantor Gubernur.


Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi narasi "Pembangunan Merata" yang terus didengungkan pemerintah pusat. Jika di era digital dan otonomi daerah seperti sekarang, sebuah negeri di Maluku Tengah masih harus "mengancam" simbol negara hanya agar didengar dan dikirimkan satu unit ekskavator, maka ada yang salah urus secara fundamental dalam tata kelola pemerintahan di Maluku Tengah.


Ultimatum dua minggu ini menjadi ujian pertama yang nyata bagi kepemimpinan daerah dan pusat.


Presiden Prabowo Subianto yang mengusung visi Astacita dan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok, ditantang untuk membuktikan bahwa komandonya tidak mandek di tingkat kementerian.


Gubernur Hendrik Lewerissa dan Bupati Zulkarnain Awat Amir dipertanyakan integritasnya,  kemana aliran APBD Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah selama dua tahun terakhir? Mengapa jalan penghubung antar-negeri di Pulau Haruku tidak masuk dalam skala prioritas darurat?


Warga telah menetapkan tenggat waktu yang jelas, jika dalam 14 hari tidak ada unit ekskavator yang mendarat di lokasi dan mulai bekerja, warga menyatakan secara terbuka hilangnya kepercayaan mereka terhadap pemerintah Republik Indonesia di tingkat lokal.


Hingga berita ini diturunkan, langit di atas Negeri Wassu masih digantung oleh ketidakpastian,  Warga kini menatap tiang bendera di halaman desa, menunggu apakah negara akan hadir membasuh luka mereka, atau membiarkan Merah Putih tetap tergulung di bulan kemerdekaan.


(Vicky Ririhena).


 




 
Berita Lainnya :
  • Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
  • Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
  • Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
  • Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
  • Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    02 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    03 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    04 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    05 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    06 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    07 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    08 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    09 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    10 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    11 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    12 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    13 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    14 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    15 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    16 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    17 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    18 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    19 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    20 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    21 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    22 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com