Presiden Prabowo dan Luhut Bahas Ekonomi Nasional, GovTech Dipercepat
Selasa, 14-07-2026 - 21:30:27 WIB
 |
| Presiden Prabowo Subianto, saat pertemuandengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. |
Bogor, - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada penguatan ekonomi nasional serta percepatan transformasi digital pemerintahan melalui penyempurnaan GovTech.
Dalam pertemuan itu, Dewan Ekonomi Nasional melaporkan perkembangan terkini perekonomian Indonesia sekaligus menyampaikan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dan dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Selain isu ekonomi, DEN juga memaparkan progres penyempurnaan GovTech sebagai langkah mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan akurasi data sehingga berbagai program pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima manfaat.
Penyempurnaan GovTech diharapkan mampu meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, akuntabel, dan transparan.
Rapat strategis tersebut turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga. Hadir pula Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempercepat reformasi birokrasi berbasis teknologi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(Dali).
Komentar Anda :