PETI Menjamur di Kotanopan Tanpa Penindakan, Ridwandi: Ini Bukan Lagi Kelalaian Administratif tapi Abused of Power
Sabtu, 11-07-2026 - 14:36:40 WIB
Baca juga:
   
 

 


Mandailing Natal, -  Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kian menjamur dan  merajalela. Bupati Madina  Saifullah Nasution dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi diduga kuat melakukan pembiaran secara sistemik dan terkesan tutup mata serta telinga atas kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayahnya.


Sikap diam orang nomor satu di Madina ini memantik spekulasi liar dan kecurigaan publik mengenai adanya dugaan konspirasi atau keuntungan personal di balik pembiaran aktivitas illegal tersebut.


"Saifullah dan Atika selaku pimpinan daerah diduga sengaja memelihara pembiaran sistemik PETI ini. Sikap abai ini bukan lagi sekadar kelalaian serius, melainkan dugaan pembiaran yang terstruktur oleh Pemerintah Daerah," tegas Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandi Nasution dalam keterangan Pers di Panyabungan, Sabtu, (11/07/2026).


Dijelaskan, aktivitas destruktif ini mustahil bertahan bertahun-tahun secara vulgar dan terbuka, tanpa adanya lampu hijau atau pembiaran sistematis dari oknum pejabat tinggi daerah termasuk Bupati 


"Madina sekarang darurat illegal mining. Fakta lapangan membuktikan alat berat beroperasi bebas, sungai hancur, alam berantakan, racun merkuri mengancam keselamatan warga. Publik mempertanyakan dimana peran Bupati? Kenapa diam, apakah Bupati akan terus membiarkan Kabupaten Madina akan hancur. Sungguh ironis, Madina sekarang sudah zona merah dikelilingi PETI, tapi kabupaten ini seolah sudah tidak lagi memiliki sosok pemimpin daerah dan hukum," ujar Ridwandi.


Ridwandi yang saat itu didampingi sejumlah aktivis dan pimpinan organisasi yakni SIPLAH (Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup), KBM-Madina (Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal), KLIK SK (Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan), PEKA (Peduli Konservasi Alam) menjelaskan, publik telah lama menuntut peran pemerintah untuk hadir dalam menyikapi polemik PETI. Tapi fakta mencuat Bupati seakan tutup mata dan seolah tak peduli membiarkan kehancuran alam Madina ini secara brutal.


"Jika Bupati mengaku tidak tahu adanya aktivitas PETI, itu adalah bentuk ketidak kemampuan yang memalukan. Namun bila Bupati mengetahui aktivitas illegal ini, tapi tetap diam maka itu adalah bentuk kejahatan jabatan," tegasnya.


Menurut Ridwandi, secara yuridis sesuai UU No 32/2009 (Lingkungan Hidup), UU No 03/2020 (Minerba) dan UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, pembiaran oleh pemerintah memiliki konsekwensi pidana serius. "Ini bukan lagi kelalaian administratif, tapi bentuk "abused of power" (penyalahgunaaan wewenang dan jabatan)" tegasnya.


Hingga saat ini, menurut mereka belum ada tindakan konkret dan tegas dari pemerintah daerah untuk menghentikan operasi ilegal yang merusak ekosistem sungai dan hutan Madina serta sanksi berat dari Pemda untuk menberikan efek jera.


Ditambahkan, PETI di Madina yang kian massif telah berubah menjadi momok menakutkan dan industri kejahatan lingkungan yang kebal hukum. Absennya kehadiran pemerintah daerah dalam penindakan dan tetap melakukan pembiaran, telah memicu indikasi kuat adanya dugaan gratifikasi atau keuntungan personal yang mengalir ke lingkaran kekuasaan. Hal ini juga diperparah dengan adanya signal dugaan Bupati terkesan melindungi para mafia tambang.


Menurut Wandi, signal ini terlihat dari kegemangan Bupati untuk menindak sejumlah oknum kepala desa yang terindikasi terlibat dalam aktivitas perusakan alam dan eksosistem lingkungan . Dia menuturkan sangat mustahil Bupati dan Wakil Bupati yang berasal dari Kotanopan, tidak mengetahui dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa Singengu Julu GD dan oknum PWG selaku dalang utama aktivitas PETI di Wilayah Kotanopan. "Sudah menjadi rahasia umum dan viral dugaan keterlibatan kedua oknum GD dan PW, bahkan Tim Terpadu Pemprov Sumut juga telah merilis kedua oknum tersebut. Tapi toh, Bupati tetap tak bergeming dan tak berani menindak para mafia tambang tersebut"tegasnya 


Ketidak tegasan dan sikap Bupati yang dinilai takut untuk mencopot jabatan Kepala Desa Singengu Julu, padahal telah teridentifikasi kuat dalam sindikat kejahatan lingkungan  semakin memperkuat dugaan publik bahwa Pemerintah Daerah diduga kuat melakukan pembiaran sistemik, dinilai tidak serius dalam penindakan PETI, serta terlibat dalam dugaan konspirasi kotor untuk memberikan perlindungan hukum dan jabatan kepada para mafia tambang


Untuk itu, mereka menuntut agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera "turun tangan" memeriksa unsur pidana atas kelalaian yang disengaja, serta pembiaran sistemik oleh pemerintah daerah dan serta dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan oleh Kepala Daerah.


Mereka mengultimatum keras kepada Bupati Madina Saifullah Nasution dalam 7x24 jam, bila tidak ada tindakan nyata atas aktivitas PETI yang meresahkan rakyat ini, maka mereka siap membawa kasus ini ke level hukum nasional dengan melakukan pelaporan secara resmi ke Mabes Polri, serta menggalang investigasi independent dari lembaga lingkungan hidup nasional serta memastikan gelombang eskalasi massa untuk "turun ke jalan" dan menyerukan petisi dan mosi tidak percaya kepada Bupati Mandailing Natal.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com