Aliansi Aktivis Madina Minta Kapolri Turun Tangan Tuntaskan Tambang Ilegal di Madina-Sumut
Minggu, 28-06-2026 - 15:31:48 WIB
Baca juga:
   
 

 


Mandailing Natal, - Aliansi Aktivis Kabupaten  Mandailing Natal mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera "turun tangan" menginstruksikan kepada Kapollda Sumatra Utara  Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto untuk segera meringkus pengusaha lokal  inisial "Pwg". 


Di kabarkan, pengusaha Pwg tersebut telah lama dikabarkan sebagai aktor utama pelanggaran hukum secara serius terkait tindak pidana kejahatan lingkungan. Selain itu, inisial P tersebut diduga  dalang dan penyandang dana (pemodal) yang mengoperasikan  Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)  secara bebas dan makin merajalela di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Madina.


Demikian pernyataan  sejumlah aktivis mahasiswa dan pegiat lingkungan tergabung dalam organisasi  Aliansi Aktivis Mahasiswa Madina kepada Wartawan di Panyabungan, Minggu (28/06/2026).


Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy menegaskan, gelombang pressure publik (desakan) ini akan terus bergulir seiring munculnya bukti-bukti visual di media sosial. Rekaman siaran langsung (live) telah memicu kemarahan publik, memamerkan seorang pria secara arogan mengemudikan ekskavator untuk eksploitasi sumber daya alam dan menghancurkan lingkungan demi mencari emas dengan aktivitas illegal PETI. Pria tersebut diduga memiliki afiliasi dengan jaringan sindikat mafia tambang illegal inisial pwg di Kotanopan. Hasil investigasi dan informasi yang berhasil mereka himpun, pria tersebut diduga bernama Pu*tra yang merupakan anak kandung dari pengusaha lokal inisial Pwg.


Mereka menjelaskan, pembiaran oleh aparat terhadap pelanggaran hukum akibat aktivitas illegal PETI ini, telah lama memunculkan spekulasi liar ditengah publik yang mengindikasikan adanya pihak yang merasa kebal hukum dan tidak bisa disentuh oleh aparat 


"Kita heran kenapa aparat hukum terkesan jadi "banci" tak berani bertindak dan pura-pura tutup mata dengan keberadaan mafia tambang ini. Apakah hukum di Republik itu segitu rapuh dan lemah tidak bisa meringkus para pelaku kejahatan lingkungan dan mafia tambang illegal" tanya Ridwandy.


Senada dengan itu, Ketua Presidium Solidaritas Mahasiwa Peduli Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup  (SIPLAH) Ahmad Rifai Nasution mengaskan, supremasi hukum tidak boleh tunduk pada kekuatan jejaring mafia tambang yang telah nyata melakukan pelanggaran hukum.  Pembiaran ini menurut Rifai, akan menciptakan preseden buruk seolah-olah hukum pidana dapat dinegosiasikan dan diperjual belikan. Hal tersebut tentu akan mengkikis habis kepercayaan publik kepada aparat hukum dan institusi penegak hukum  


"Menjelang HUT Bhayangkara ke- 80 ini, kita minta agar Polri memberikan hadiah surprise ke masyarakat Madina. Kita mendesak penegakan hukum secara tegas tanpa pandang bulu, agar pelaku video viral PETI Kotanopan dan aktor intelektual mafia tambang Pwg segera ditangkap dan diproses hukum," tegas Rifai.


Mereka menilai kinerja Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.IK dan jajarannya terkesan lamban dan tidak serius mengusut kasus ini. Kondisi ini dinilai telah merusak marwah, kredibilitas dan profesionalitas aparat di mata publik. "Kinerja Polres Madina benar-benar diuji dan dipertaruhkan saat ini. Apakah motto "Polri Presisi dan Polri untuk masyarakat itu masih berlaku atau jangan-jangan Polri itu hanya untuk mafia tambang" tegas Aliansi Aktivis Madina.


Mereka juga meragukan komitmen dan keseriusan Kapolres Madina untuk mengeksekusi instruksi dan prioritas program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perihal memberantas habis praktek tambang illegal di Kabupaten Madina. "Sampai saat ini kita melihat belum ada prestasi yang menonjol dari Kapolres untuk melakukan tindakan tegas, menertibkan, melakukan razia atau penangkapan terhadap aktivitas PETI yang kian menjamur di Kabupaten Madina," lanjut Aliansi Aktivis Madina.


Maka langkah mereka, seperti menyurati Kapolri dan mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penangkapan para mafia tambang illegal adalah ikhtiar untuk mengisi ruang kosong ketidakpercayaan publik kepada Kapolres Madina.


"Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas, sehingga aktor video viral PETI dan para mafia tambang ini segera ditangkap. Kita merasa tertantang, jangankan di Mapolres, bahkan bila perlu sampai ke Mapoldasu,  dan Mabes Polri kita akan "turun" dan perjuangkan langkah hukum lanjutan," ujar Aliansi Aktivis Madina.


Seperti diketahui sebelumnya, Aliansi Aktivis Mandailing Natal adalah koalisi/ gabungan sejumlah organisasi taktis mahasiswa dan pegiat lingkungan seperti SIPLAH, The Madina Green Institute, Ikatan Pelajar Al Washliyah, JAM NU, AMPM, MPR-Madina, KLIK-Sr, Madina Foundation.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com