Peringati Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo: Pancasila Konsensus Agung Pemersatu Bangsa
Senin, 01-06-2026 - 19:48:02 WIB
 |
| Presiden RI Prabowo Subianto, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
|
Jakarta, - Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia. Kepala Negara mengingatkan bahwa 81 tahun lalu, gagasan besar tentang Pancasila disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa Pancasila merupakan sebuah konsensus agung yang memungkinkan bangsa Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda, untuk hidup sebagai satu bangsa.
Adapun tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Duni", dinilai Presiden memiliki makna yang sangat mendalam di tengah berbagai tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian.
Presiden pun turut menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pembangunan nasional, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
"Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen sejarah maupun sekadar slogan yang diucapkan dalam setiap upacara kenegaraan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara," ujar Presiden Prabowo.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat.
Menurut Presiden, ekonomi Pancasila bukan sekadar konsep, melainkan jalan untuk memastikan kekayaan bangsa benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
(***).
Komentar Anda :