JANGAN TUNGGU ADA KORBAN JIWA
Jalan Sp Gelombang - Petapahan Rusak Parah, Minta Pemkab dan Pemrov Riau Ambil Tindakan
Senin, 01-06-2026 - 18:24:59 WIB
Jalan Petapahan SP Gelombang - Petapahan Kabupaten Kampar Provinsi Riau Rusak parah dari Tahun 2025  hingga Tahun Tahun 2026 tak kunjung diperbaiki. 
Baca juga:
   
 

 


Kampar, - Praktisi hukum sekaligus Sekretaris DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau, Bidnen Nainggolan, S.H., kembali mengkritik respons Pemerintah Kabupaten Kampar terkait kerusakan parah Jalan Lintas Petapahan yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat.


Menurut putra asli Kampar tersebut, persoalan utama bukan lagi terletak pada status jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten. Yang menjadi pertanyaan publik saat ini adalah sejauh mana Pemerintah Kabupaten Kampar telah berjuang untuk memastikan persoalan tersebut mendapatkan penyelesaian.


Bidnen menilai pernyataan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Rusdi Hanif, yang menjelaskan pembagian kewenangan penanganan jalan, justru menguatkan kritik yang pernah ia sampaikan sekitar satu bulan lalu.


"Saya sudah mengingatkan sejak April lalu. Jangan sampai setiap keluhan masyarakat kembali dijawab dengan alasan kewenangan, keterbatasan anggaran dan prosedur. Hari ini masyarakat bisa melihat sendiri bahwa pola jawaban itu kembali muncul," kata Bidnen.


Sebelumnya, dalam pemberitaan media Cermin-Satu.com pada 30 April 2026 dengan judul "Pemerintah Kampar Lamban dan Terjebak Stagnasi, Rakyat Terabaikan", Bidnen telah mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menjadikan status jalan sebagai alasan untuk menghindari tuntutan masyarakat.


Saat itu ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menilai pemerintah dari siapa yang berwenang, melainkan dari hasil yang mampu diperjuangkan.


"Jangan lagi berlindung di balik alasan status Jalan Provinsi atau nasional. Yang dilihat rakyat adalah hasil, bukan kewenangan. Kalau rusak dan dibiarkan, itu bukti lemahnya kepemimpinan," tegasnya saat itu.


Desak Pejabat Turun Langsung ke Lapangan


Bidnen juga menyoroti cara pemerintah merespons persoalan Jalan Petapahan yang dinilainya lebih banyak dilakukan dari balik meja dibanding turun langsung melihat kondisi masyarakat.


Ia meminta Rusdi Hanif beserta jajaran pemerintah daerah datang langsung ke lokasi dan menyaksikan sendiri kerusakan jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.


"Saya minta turun langsung ke Petapahan. Berdirilah bersama masyarakat di sana. Lihat kondisi jalannya, lihat kendaraan yang setiap hari melintas, dan lihat bagaimana masyarakat harus menghadapi situasi itu," ajak Bidnen SH.


Menurutnya, persoalan yang sudah berlangsung lama tersebut tidak cukup hanya dijawab melalui sambungan telepon atau laporan administratif.


"Jangan hanya menerima laporan lalu memberikan tanggapan dari kejauhan. Jalan ini rusak di lapangan, bukan di atas kertas. Karena itu pemerintah harus hadir dan melihat sendiri apa yang dirasakan masyarakat," ucap Bidnen, Senin 1 Juni 2026.


Bidnen menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan penjelasan yang berulang-ulang, melainkan tindakan yang menunjukkan adanya keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.


Tagih Bukti Perjuangan Pemkab


Bagi Bidnen, jika memang Jalan Petapahan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi atau pusat, maka yang harus dijelaskan kepada masyarakat bukan sekadar status jalan tersebut.


Sebaliknya, yang perlu dibuka secara transparan adalah langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memperjuangkan perbaikannya.


"Kalau memang sejak awal pemerintah mengetahui bahwa jalan itu bukan kewenangannya, lalu apa yang sudah dilakukan untuk memperjuangkannya?"


"Berapa kali koordinasi dilakukan? Berapa kali surat diajukan? Berapa kali pemerintah daerah mendatangi pemerintah provinsi atau pusat? Apa hasilnya? Mana transparansinya kepada masyarakat?" tegasnya.


Menurut Bidnen, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan mereka.


Ia menilai terlalu mudah jika setiap kritik masyarakat hanya dijawab dengan penjelasan bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah yang lebih tinggi.


"Ketika setiap keluhan dijawab dengan alasan kewenangan, publik bisa menangkap kesan bahwa pemerintah daerah sedang melepaskan tanggung jawab moralnya kepada masyarakat. Padahal yang ingin dilihat masyarakat adalah perjuangan dan hasilnya."


Jalan Vital yang Tak Kunjung Menjadi Prioritas


Bidnen juga mempertanyakan mengapa Jalan Lintas Petapahan yang merupakan salah satu jalur vital aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat masih mengalami kerusakan yang begitu memprihatinkan.


Menurutnya, pemerintah pusat selama ini dikenal cukup agresif dalam membangun berbagai infrastruktur di Indonesia, mulai dari jalan hingga jembatan.


Karena itu, ia menilai persoalan Jalan Petapahan seharusnya bisa diperjuangkan secara lebih serius oleh pemerintah daerah.


"Pemerintah pusat terus membangun infrastruktur di berbagai daerah. Karena itu saya sulit menerima apabila persoalan ini hanya berhenti pada alasan kewenangan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah jalan yang layak, bukan perdebatan yang tidak menghasilkan solusi. Turunlah kelapangan, jangan menunggu ada korban jiwa baru ada perbaikan," ujar Biden. 


Kampar Sudah 76 Tahun


Di akhir pernyataannya, Bidnen mengingatkan bahwa Kabupaten Kampar telah berdiri sejak 6 Februari 1950. Menurutnya, setelah lebih dari tujuh dekade perjalanan pemerintahan, masyarakat berhak menuntut pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.


"Kampar sudah berdiri sejak tahun 1950. Rakyat sudah puluhan tahun membayar pajak dan menjalankan kewajibannya sebagai warga negara. Karena itu masyarakat berhak mempertanyakan hasil pembangunan yang mereka rasakan hari ini."


Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat untuk mempercepat langkah penanganan Jalan Petapahan sekaligus mengevaluasi sejauh mana upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.


"Jangan sampai pemerintah terlambat membaca situasi. Kesabaran masyarakat ada batasnya. Rakyat Kampar sudah terlalu lama mendengar alasan, sekarang saatnya pemerintah menunjukkan hasil," pungkasnya.


Jalan Petapahan SP Gelombang - Petapahan Kabupaten Kampar Provinsi Riau Rusak parah dari Tahun 2025  hingga Tahun Tahun 2026 tak kunjung diperbaiki. 


Pemkab Kampar, Bidnen Nainggolan, Rusdi Hanif, Dinas PUPR Kampar, PUPR Kampar, Infrastruktur Kampar, Jalan Rusak Riau.


(Tim).


 




 
Berita Lainnya :
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  • Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    02 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    03 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    04 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    05 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    06 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    07 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    08 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    09 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    10 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    11 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    12 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    13 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    14 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    15 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    16 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    17 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    18 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    19 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    20 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    21 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
    22 Kapolres Tebing Tinggi Turun Langsung Atur Lalulintas di Sekolah F. Tandean dan SD Muhammadiyah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com