Profesor Asal AS Kritik Tulisan Akademik yang Sering Muter-Muter dan Terlalu Administratif
Kamis, 21-05-2026 - 20:54:12 WIB
Akademisi asal Amerika Serikat Ronald Lukens-Bull, melontarkan kritik terbuka terhadap budaya menulis akademik di Ruang PBB Gedung C FISIP Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia, Kamis (21/5/2026).
Baca juga:
   
 

 


Jawa Timur, - Suasana kuliah tamu di Ruang PBB Gedung C FISIP Universitas Airlangga, mendadak berubah serius ketika akademisi asal Amerika Serikat Ronald Lukens-Bull melontarkan kritik terbuka terhadap budaya menulis akademik di Indonesia, Kamis (21/5/2026).


Di hadapan puluhan mahasiswa doktoral FISIP UNAIR, Ronald menyebut banyak tulisan ilmiah di Indonesia masih terlalu berputar-putar dan tidak langsung menuju inti persoalan.


“Tulisan akademik kita sering muter-muter. Padahal menulis itu harus jelas dan langsung ke poin,” ujar Ronald Lukens-Bull dalam kuliah bertema Scientific Writing in International Journals tersebut.


Menurut dia, budaya akademik di Indonesia masih sering menganggap tulisan yang rumit sebagai simbol kecerdasan. Akibatnya, banyak karya ilmiah dipenuhi istilah kompleks, kalimat panjang, dan penjelasan berlapis yang justru membuat pembaca kehilangan fokus.


“Menulis itu bukan untuk mengesankan orang, tapi untuk menyampaikan ide dan membangun koneksi,” katanya.


Pernyataan itu langsung memantik perhatian peserta karena dianggap mewakili persoalan yang selama ini dirasakan banyak mahasiswa doktoral: tekanan untuk terlihat akademis sering kali membuat tulisan kehilangan kejelasan.


Dalam forum yang dimoderatori oleh Sulih Indra Dewi itu, Ronald juga menyinggung beratnya budaya publikasi di Indonesia.


Ia menilai dosen dan peneliti Indonesia menghadapi tekanan besar untuk terus menghasilkan publikasi ilmiah, bahkan ketika waktu dan dukungan riset masih terbatas. Menurutnya, tekanan tersebut lebih berat dirasakan akademisi perempuan yang harus membagi perhatian antara dunia akademik dan tanggung jawab domestik.


Karena itu, Ronald menyarankan mahasiswa doktoral menulis dari topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan benar-benar mereka pahami.


“Kalau menulis tentang sesuatu yang dekat dengan dirimu, kamu akan lebih mudah menyelesaikannya,” ujarnya.


Ia juga mengkritik kecenderungan penelitian di Indonesia yang terlalu fokus mencari empirical gap tanpa memikirkan apakah riset tersebut menarik dan relevan bagi pembaca.


“Bikin tulisanmu membuat orang penasaran dan ingin membaca lebih jauh,” katanya.


Menurut Ronald, riset yang baik harus memiliki konsep yang jelas, definisi yang tegas, konteks yang kuat, dan tujuan yang mudah dipahami. Tanpa itu, tulisan ilmiah hanya akan menjadi kumpulan data yang sulit dibaca.


Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Ronald turut memperkenalkan konsep “Arisan Jurnal”, yakni forum rutin antarpeneliti untuk saling membaca, mereview, dan mendiskusikan perkembangan tulisan akademik secara berkala.


Konsep itu menarik perhatian mahasiswa karena dinilai lebih realistis dan membumi dibanding berbagai seminar motivasi menulis yang sering berhenti di tataran teori.


Selain itu, Ronald menekankan pentingnya membaca lintas disiplin ilmu untuk memperluas perspektif penelitian. Ia mengaku membaca sekitar 200 artikel ilmiah setiap tahun guna menjaga keluasan wawasan akademiknya.


Salah satu buku yang direkomendasikannya kepada peserta ialah Weapons of the Weak yang disebut penting untuk memahami pendekatan multidisipliner dalam penelitian sosial.


Di akhir sesi, Ronald menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam menulis ilmiah sebenarnya bukan soal kemampuan intelektual, melainkan soal konsistensi dan prioritas.


“Jadi, dalam dunia kepenulisan khususnya jurnal ilmiah ini semuanya bicara soal prioritas kita atau bukan. It’s all about priority,” ujarnya.


Kuliah tamu tersebut akhirnya tidak sekadar membahas teknik publikasi jurnal internasional, tetapi juga menjadi ruang kritik terbuka terhadap budaya akademik Indonesia yang dinilai masih terlalu rumit, terlalu administratif, dan sering lupa bahwa tulisan ilmiah pada akhirnya harus bisa dipahami manusia.


(*).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com