Diduga Tidak Transparan, Penggunaan Dana BOS MTs GUPPI Malintang Minta di Audit
Senin, 11-05-2026 - 13:50:02 WIB
Kondisi ruangan kelas,meja,plafon hingga toilet di MTs GUPPI di Malintang tidak terurus dengan baik.
Baca juga:
   
 

 


Malintang, - Kisruh lembaga pendidikan Islam MTs GUPPI Malintang yang dinilai makin amburadul, seolah tak henti menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Sebelumnya diberitakan, bahwa Kepala MTs GUPPI Malintang dinilai jarang hadir ke sekolah.


Tak hanya itu, legalitas dan keabsahan pengangkatan Amir Mahmud sebagai Kepala Madrasah dinilaii janggal, tidak prosedural dan diduga cacat hukum, kini persoalan lainnya merambah ke penggunaan dana BOS yang diduga bermasalah, tidak transparan dan berpotensi rawan korupsi.


Dugaan tidak transparansi tersebut makin terlihat jelas, ketika para awak media mendatangi madrasah tsb namun tidak ditemukan papan informasi rencana kerja dan anggaran penggunaan dana BOS di area yang mudah diakses publik sesuai aturan juknis Kemenag 


Menyikapi hal ini, sejumlah warga yang berada disekitar Madrasah mengungkapkan keheranan dan  kegeramannya. "Dana BOS ini bersumber dari  keuangan negara, bukan uang pribadi saudara Amir atau urusan internal madrasah.  Penggunaan Dana BOS  harus dikelola secara akuntabel, transparan, efektif, tepat sasaran dan terbuka. Jangan ada yang ditutupi," ujar salah seorang warga bermarga Lubis yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, Senin, 11 Mei 2026.


Kejanggalan Dana BOS di institusi pendidikan bercorak islam ini makin aneh, ketika awak media juga menemukan fakta mengejutkan, pertama Kepala MTs diduga kuat tidak pernah membuat tim pengelola dana BOS. 


Kedua, tidak pernah melibatkan dewan guru dan komite Madrasah dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM).


Ketiga, Kepala Madrasah juga diduga "wan man show/main sendiri", tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS.


Beredar informasi diduga ada indikasi kuat berkembang pada dugaan sejumlah nota belanja mark up, belanja fiktif, atau menganggarkan kegiatan pembangunan yang tidak dilaksanakan serta pembelanjaan yang tidak sesuai aturan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara. 


"Kami minta aparat penegak hukum baik Polres atau Kejaksaan serta Kemenag Madina segera melakukan pemanggilan kepada ybs serta melakukan serangkaian penyelidikan intensif terkait penggunaan dana BOS yang dinilai bermasalah. Jangankan melibatkan dewan guru, sedangkan Komite Madrasah saja sampe sekarang tidak pernah ada. Bendahara madrasah juga mungkin hanya sekadar pajangan nama, dan tidak difungsikan," tegas wali siswa bermarga Batubara menambahkan.


Indikasi pengelolaan Dana BOS yang bermasalah kemudian diperparah dengan pemeliharaan sarana prasarana sekolah yang sangat jauh dari kata layak untuk fasilitas pendidikan. 


Sejumlah temuan awak media menguraikan fakta tidak adanya sumber air di faslitas kamar mandi madrasah, sejumlah asbes dalam kondisi rusak parah dan bolong, mobiuler meja dan kursi dalam jumlah yang banyak dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai, sejumlah jendela kaca yang pecah dan membahayakan.


Kondisi Madrasah terlihat kumuh dan tidak terawat, papan tulis masih menggunakan kapur, struktur pengurus Madrasah sudah puluhan tahun tak pernah diganti, 


Kini dibawah kepemimpinan Amir Mahmud, kedisiplinan Madrasah  turun drastis, suasana Madrasah yang jauh dari nilai kekeluargaan. Kepemimpinan Amir Mahmud  juga dinilai arogan dan tidak demokratis dan sejumlah persoalan  lainnya.


Sejumlah warga, menyatakan telah lama "berdiam diri" menyaksikan kemerosotan di Madrasah ini namun enggan bersuara karna menganggap masih  satu kampung dengan Kepala MTs Amir Mahmud. Namun saat ini, warga telah lama resah dan harus bersuara karna pengelolaan Madrasah dinilai makin hancur.


 "Kami meminta Amir Mahmud untuk secara sadar dan legowo mengundurkan diri dari jabatan Kepala MTs GUPPI Malintang yang keabsahannya juga diragukan warga. Saudara Amir Mahmud  dinilai tidak  "amanah ", tidak cakap, dan tidak punya kemampuan memimpin, tapi malah jadi sumber biang kerok kemunduran Madrasah ini," ungkap warga.


Sepengetahuan dia, sejak Agustus 2025 Amir Mahmud telah mendaulat dirinya sendiri sebagai Kepala MTs GUPPI, tanpa melalui prosedur resmi, tidak ada rapat yayasan, BPD, Kades, Wali Murid dan Dewan Guru.  Tapi toh, hnya kemunduran drastis dan kemerosotan madrasah yang ada.


Untuk itu dia mengungkapkan, mundur sebagai Kepala Madrasah adalah solusi terbaik bagi Amir Mahmud.


"Demi kebaikan madrasah dan agar tidak ada lagi masalah. Tidak ada kata lain, saudara Amir Mahmud harus segera mundur dan meletakkan jabatan. Itu tak bisa ditawar lagi. Mohon hargai aspirasi warga ini" ungkap sumber bermarga Nasution yang diiyakan oleh sejumlah warga lainnya.


Menurut dia secara pribadi, mungkin lebih baik orang luar Desa Malintang yang jadi pimpinan MTs ini tapi memiliki niat ikhlas, dedikasi, pengalaman lama menjadi guru di madrasah ini, ketimbang orang seperti Amir Mahmud biarpun orang kampung Malintang sendiri tapi  tidak amanah, tidak bisa menghargai, tidak menjaga atau memperbaiki madrasah dikampungnya sendiri. 


"Alangkah lebih baik, Pj Kades, BPD, Wali Murid, Dewan Guru dan masyarakat Malintang segera menggelar rapat untuk membentuk pengurus Yayasan baru yang sebelumnya tidak pernah ada, dan segera mengganti Amir Mahmud sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang' ungkap Nasution yang diiringi kata setuju dari sejumlah warga lain.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com