Kepala Madrasah MTs GUPPI Malintang Amir Mahmud Batubara Jarang Hadir dan Layak Diganti
Selasa, 05-05-2026 - 12:16:06 WIB
Baca juga:
   
 

 


Malintang, - Keberadaan MTs GUPPI Malintang yang dinilai mengalami kemerosotan tajam beberapa waktu terakhir menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak. 


Kemerosotan itu terlihat dari segi mutu pendidikan,  implementasi program, sarana-prasarana sekolah, kualitas dan moralitas siswa, transparansi anggaran BOS.


Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dikabarkan Kepala Madrasah Amir Mahmud Batubara lebih sibuk mengurusi pekerjaannya diluar sekolah dan diduga jarang hadir ke kantor dalam menjalankan tupoksinya sebagai pimpinan instusi berlabelkan GUPPI (Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam) di Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Madina.


Informasi tersebut mencuat  berdasarkan hasil  investigasi dan informasi yang  dihimpun oleh awak media dari berbagai kalangan pada Selasa, 5 April 2026.


Informasi yang beredar, disebutkan bahwa Amir Mahmud Batubara yang mengaku sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang dinilai jarang hadir dan sering meninggalkan sekolah.  Kondisi ini dinilai merupakan potret buruk dunia pendidikan Islam yang berdampak pada aktivitas dan tata kelola sekolah. 


"Setelah Amir menjabat sebagai Kepala Madrasah, harus diakui bahwa kondisi sekolah tidak memiliki sisi positif yang pantas dibanggakan lagi. Aura religius, kekeluargaan dan kedisiplinan terasa telah hilang, bahkan  mengalami penurunan yg drastis. Seharusnya sebagai Kepala MTs bisa menjadi teladan bagi guru dan siswa,  Tapi dia sendiri jarang hadir dan lebih sibuk diluaran, bagaimana mungkin madrasah ini mau berkembang dan  maju. Bila kepemimpinan tidak berjalan dengan baik, tentu berdampak pada kwalitas dan mutu madrasah yang rendah," ungkap warga bermarga Nasution yang enggan disebutkan namanya kepada media. 


Sementara itu salah seorang wali siswa mengungkapkan keherananannya atas alasan apa dan prosedur yang ditempuh oleh Amir Mahmud yang sebelumnya hanya sebagai operator sekolah, tiba-tiba langsung menjadi Kepala Madrasah pasca wafatnya Kepala Madrasah sebelumnya Alm H. Azhari Hasibuan beberapa bulan yang lalu. 


Untuk itu dia meminta dengan tegas agar para dewan guru, aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, yayasan, komite dan pihak terkait segera mempertanyakan legalitas kepemimpinan Amir Mahmud dan menggelar musyawarah terkait hal itu. 


"Banyak masyarakat yang mempertanyakan hal itu sebenarnya, tapi segan untuk bersuara. Kita minta agar posisi Amir Mahmud ini bisa dievaluasi dan segera diganti karna dinilai tidak amanah lagi dalam kepemimpinan yang legalitasnya diragukan publik, " ujar sumber bermarga Lubis ini.    


Ditambahkan, bila kondisi madrasah ini dibiarkan berlarut larut,  dikhawatirkan akan menjadi aib bagi masyarakat Malintang dengan makin merosotnya marwah dari instusi GUPPI ini. Apalagi dengan sering bolosnya kepala Madrasah, tentu perencanaan dan implementasi program  sekolah pasti akan terkendala. 


"GUPPI ini didirikan dari kumpulan hasil jerih payah, peras keringat dan airmata masyarakat yang ikhlas membangun lembaga pendidikan ini secara swakelola dan gotong royong. Kita berkewajiban untuk menjaga Madrasah ini agar jangan jatuh ke tangan yang bukan ahlinya,.bahkan terlihat takabbur dan lebih mementingkan urusan pribadinya," ungkapnya lirih 


Wali siswa lainnya yang berdomisili di seputaran Madrasah menambahkan, tindakan Kepala Madrasah yang jarang masuk atau bolos kerja sudah diluar kewajaran. 


"Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Kepala MTs ini sangat jarang masuk kantor atau  berada di sekolah. Ini telah lama jadi sorotan masyarakat, maka kami meminta Kepala MTs ini  harus dievaluasi ditindak tegas karna dinilai tidak bertanggungjawab serta tidak peduli dengan kondisi madrasah.  Gimana anak-anak kami mendapatkan pendidikan yang layak, islami, berakhlak, sedangkan Kepala MTs nya aja jarang berada di sekolah,"' sebutnya.


Sejumlah pihak juga menyoroti penggunaan dana BOS d yang dinilai mencurigakan. "Anak-anak yang sekolah di sini ada sekitar 140-an siswa. Saya yakin kalau dana BOS digunakan sesuai aturan, kondisi sekolah tidak separah ini. Masa plakat sekolah di pinggir jalan tidak ada, gedung tidak pernah dicat,  sarana prasarana pendukung juga hampir tak ada. Kegiatan sekolah tidak mendapatkan dukungan dana.  Bahkan Kepala MTs Amir ini juga terlihat arogan, tidak demokratis dan tidak transparan. Penggunanan Dana BOS ini harus diusut tuntas oleh pihak berwenang untuk mengantisipasi laporan fiktif dan manipulatif," jelas narasumber yang tidak ingin dipublikasikan  namanya.


Ditambahkan, "Untunglah guru-guru di MTs GUPPI ini aktif dan rajin mengajar serta kreatif menyediakan bahan ajaran, kalau tidak pendidikan anak-anak kami pasti terabaikan," jelasnya dengan nada kesal.


 Namun hingga berita  ini diterbitkan, Amir Mahmud dilaporkan sulit ditemui disekolah karena diduga jarang masuk kantor, awak media juga belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari yang bersangkutan terkait konfirmasi pemberitaan untuk mendapatkan informasi berimbang.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
  • Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
  • Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
  • Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
  • Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    02 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    03 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    04 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    05 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    06 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    07 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    08 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    09 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    10 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    11 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    12 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    13 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    14 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    15 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    16 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    17 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    18 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    19 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    20 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    21 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    22 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com