Pemulihan Ekonomi Aceh Timur Harus Jadi Fokus, Direktur Aceh Humam Foundation Minta Stop Hoaks
Jumat, 01-05-2026 - 05:52:02 WIB
Baca juga:
   
 

 


Aceh Timur, - Di tengah proses pemulihan pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat di Aceh Timur, Direktur Aceh Humam Foundation, Adi Maros, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.


Menurut Adi Maros, saat ini berbagai isu yang beredar di media sosial sering kali berkembang tanpa adanya fakta yang valid. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat menimbulkan fitnah, memecah fokus masyarakat, serta menciptakan kegaduhan di tengah upaya pemulihan bencana yang sedang berlangsung.


“Jangan mudah membagikan informasi sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Media sosial harus menjadi ruang edukasi dan silaturahmi, bukan tempat menyebarkan hoaks maupun fitnah yang dapat mencemarkan nama baik masyarakat,” ujar Adi Maros.


Ia menilai, masyarakat Aceh Timur saat ini membutuhkan dukungan moral, solidaritas, dan perhatian bersama untuk bangkit dari dampak banjir. Karena itu, menurutnya, energi masyarakat seharusnya diarahkan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi, bukan justru larut dalam polemik informasi yang belum tentu benar.


Adi mengatakan, fenomena penyebaran informasi tanpa verifikasi menjadi tantangan besar di era digital. Banyak akun media sosial yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi untuk menggiring opini tertentu tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan. Akibatnya, masyarakat menjadi mudah terpecah dan kehilangan fokus terhadap persoalan utama yang sedang dihadapi.


“Di tengah musibah, kita harus menjaga persatuan dan empati. Jangan sampai masyarakat terdampak banjir justru menjadi korban dari narasi liar dan fitnah yang tidak memiliki dasar jelas,” katanya.


Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital bagi masyarakat, terutama dalam memilah informasi yang benar dan tidak benar. Menurutnya, kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak ikut terjebak dalam penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.


“Setiap informasi harus dicek sumber dan kebenarannya. Jangan karena ingin cepat membagikan berita, kita justru ikut menyebarkan fitnah yang nantinya bisa berdampak hukum,” tegas Adi.


Lebih lanjut, Adi Maros mengingatkan bahwa penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik memiliki konsekuensi hukum yang serius. Akun-akun yang terbukti menyebarkan fitnah atau informasi palsu dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuat unggahan, komentar, maupun membagikan informasi di media sosial. Menurutnya, sikap bijak dalam bermedia sosial bukan hanya untuk menjaga keamanan diri sendiri, tetapi juga demi menciptakan ruang digital yang sehat dan kondusif.


“Kita harus sadar bahwa jejak digital memiliki dampak panjang. Apa yang ditulis dan dibagikan di media sosial bisa menjadi persoalan hukum jika mengandung fitnah atau informasi palsu,” ujarnya.


Selain mengajak masyarakat melawan hoaks, Adi juga menekankan pentingnya membangun semangat gotong royong dalam membantu pemulihan Aceh Timur. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk mendukung pemulihan ekonomi warga, membantu korban terdampak banjir, serta menjaga stabilitas sosial di tengah situasi yang masih sulit.


Menurutnya, masyarakat Aceh dikenal memiliki nilai solidaritas dan kepedulian yang tinggi. Nilai tersebut harus terus dijaga agar proses pemulihan berjalan lebih baik dan tidak terganggu oleh konflik informasi di media sosial.


“Fokus kita hari ini adalah bagaimana membantu masyarakat bangkit, memulihkan ekonomi, dan menjaga kebersamaan. Jangan biarkan hoaks dan fitnah menghambat semangat persaudaraan yang selama ini terjalin baik di Aceh Timur,” tutur Adi Maros.


Di akhir pernyataannya, Adi kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi positif, edukatif, dan membangun. Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya etika digital semakin meningkat sehingga ruang media sosial dapat menjadi tempat yang aman dan bermanfaat bagi semua pihak.


“Bijaklah dalam mempergunakan media sosial agar kita terhindar dari masalah, fitnah, dan perpecahan. Mari bersama-sama menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang damai dan kondusif demi pemulihan Aceh Timur yang lebih baik,” pungkasnya.


(Rifai).


 




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
  • FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
  • Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
  • Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
  • Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    02 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    03 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    04 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    05 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    06 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    07 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    08 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    09 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    10 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    11 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    12 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    13 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    14 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    15 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    16 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    17 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    18 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    19 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    20 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    21 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    22 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com