Upacara 3 Bulanan, Identitas Budaya Bali Tetap Hidup Lestari di Era AI
Minggu, 26-04-2026 - 18:37:48 WIB
Baca juga:
   
 

 


Buleleng, - Tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali kembali terlihat dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu yang sarat makna spiritual dan budaya. Pada Minggu (26/4/2026), masyarakat Kabupaten Buleleng tepatnya di Tunggawisia menggelar upacara tiga bulanan (105 hari) bagi seorang bayi sebagai bagian dari rangkaian adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Upacara ini merupakan kelanjutan dari prosesi sebelumnya, yakni upacara megedong-gedongan yang dilakukan saat bayi masih dalam kandungan, kemudian dilanjutkan dengan upacara setelah kelahiran, termasuk ritual 42 hari. Memasuki usia 105 hari, bayi kembali diupacarai sebagai bentuk penyucian sekaligus pengenalan spiritual terhadap kehidupan di dunia.


Prosesi berlangsung khidmat dengan melibatkan keluarga dan tokoh adat setempat. Terlihat berbagai sarana upacara seperti sesajen, tirta suci, serta perlengkapan ritual lainnya yang disiapkan secara khusus sesuai dengan tuntunan agama Hindu di Bali.


Tidak hanya sebagai ritual keagamaan, upacara ini juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Meski era teknologi dan kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat, masyarakat Bali tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai tradisi sebagai identitas diri.


Selanjutnya, bayi tersebut akan mengikuti tahapan upacara berikutnya, yakni upacara enam bulanan (210 hari). Dalam prosesi tersebut, bayi biasanya mulai diperkenalkan dengan tanah untuk pertama kalinya, yang dikenal sebagai momen penting dalam kehidupan, serta dilakukan ritual potong rambut atau mepetik.


Melalui pelaksanaan upacara seperti ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan ajaran agama Hindu di Bali dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga semakin memperkokoh jati diri masyarakat Bali.


(Robby).


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
  • FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
  • Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
  • Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
  • Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    02 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    03 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    04 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    05 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    06 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    07 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    08 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    09 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    10 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    11 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    12 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    13 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    14 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    15 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    16 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    17 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    18 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    19 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    20 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    21 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    22 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com