Jakarta, - Presiden RI Prabowo Subianto kembali menunjukkan langkah tegas dalam memperkuat roda pemerintahan. Pada Jumat, 10 April 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden resmi melantik 11 pejabat strategis mulai dari hakim konstitusi, pimpinan Ombudsman RI, hingga duta besar.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat dimulainya babak baru dalam penegakan hukum, pengawasan pelayanan publik, dan diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Dalam prosesi resmi tersebut, Presiden melantik:
Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim Konstitusi;
Hery Susanto sebagai Ketua merangkap Anggota Ombudsman RI (2026–2031);
Rahmadi Indra Tektona sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota;
Abdul Ghoffar, Fikri Yasin, Maneger Nasution, Nuzran Joher, Partono, Robertus Na Endi Jaweng, dan Syafrida Rahmawati Rasahan sebagai Anggota Ombudsman RI;
Andi Rahadian sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman.
Presiden memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan—momen sakral yang menandai komitmen penuh para pejabat terhadap negara dan rakyat.
Penandatanganan berita acara menjadi penegas dimulainya tanggung jawab besar yang kini mereka emban.
Pergantian Penting di Mahkamah Konstitusi
Penunjukan Liliek Prisbawono Adi sebagai hakim konstitusi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2026. Ia menggantikan Anwar Usman yang telah menyelesaikan masa tugasnya setelah 15 tahun mengabdi.
Dalam pernyataannya, Liliek menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan meningkatkan kapasitas sebagai penjaga konstitusi.
Ombudsman Diminta Bergerak Cepat
Melalui Keppres Nomor 20P Tahun 2026, Presiden juga meresmikan jajaran baru Ombudsman RI. Ketua Ombudsman, Hery Susanto, menegaskan bahwa timnya akan segera “merapatkan barisan” untuk mengejar berbagai tugas yang sempat tertunda.
Pelantikan yang sempat molor hingga dua bulan kini menjadi titik awal percepatan kinerja lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.
Acara ditutup dengan ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diikuti para tamu undangan.
Lebih dari sekadar formalitas, pelantikan ini menjadi pesan jelas: pemerintahan bergerak, struktur diperkuat, dan ekspektasi publik kini berada di pundak para pejabat baru. Indonesia menunggu bukti kerja nyata.
(Dali).
Komentar Anda :