Retorika Tanpa Data Ketika Kritik Said Didu Menjadi Bumerang Logika
Senin, 06-04-2026 - 15:52:56 WIB
Baca juga:
   
 

 


Gorontalo, - Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPN PERMAHI, Sahrul Lakoro, menyoroti pernyataan Said Didu yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai “sarang korupsi”. Ia menilai pernyataan tersebut mencerminkan kritik yang tidak presisi dan berpotensi menyesatkan persepsi publik.


Menurut Sahrul, dalam negara demokrasi, kritik merupakan elemen penting untuk menjaga akuntabilitas kekuasaan. Namun demikian, kritik harus disampaikan secara proporsional dan berbasis data. “Ada garis tipis antara kritik yang mencerahkan dengan pernyataan yang justru mengaburkan realitas. Ketika satu sektor digeneralisasi sebagai sarang korupsi, itu bukan lagi kritik, melainkan simplifikasi yang berlebihan,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa industri Event Organizer merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaku UMKM, tenaga profesional, hingga pekerja lepas. Oleh karena itu, pelabelan negatif secara menyeluruh dinilai berpotensi menciptakan stigma massal yang merugikan banyak pihak yang tidak terkait dengan praktik korupsi.


“Jika memang terdapat praktik korupsi dalam kegiatan berbasis event, khususnya yang menggunakan anggaran negara, maka persoalannya terletak pada tata kelola pengadaan, transparansi anggaran, serta integritas oknum pelaksana. Bukan pada industrinya secara inheren,” lanjut Sahrul.


Dari perspektif hukum, ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat yang dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) tidak bersifat absolut. Kebebasan tersebut dibatasi oleh kewajiban menghormati kehormatan dan reputasi pihak lain sebagaimana diatur dalam Pasal 28G ayat (1), serta norma dalam KUHP Pasal 310 dan UU ITE Pasal 27 ayat (3).


“Setiap pernyataan di ruang publik harus berpijak pada fakta, proporsionalitas, dan itikad baik. Tanpa itu, kritik dapat berubah menjadi pernyataan yang problematik, baik secara etis maupun hukum,” ujarnya.


Sahrul juga mengingatkan bahwa retorika yang tidak berbasis data berisiko menimbulkan distorsi persepsi publik. Generalisasi terhadap satu sektor, kata dia, dapat menggerus kepercayaan publik serta berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di dalamnya.


“Ironisnya, pernyataan seperti ini justru berpotensi melemahkan agenda pemberantasan korupsi itu sendiri. Fokus yang seharusnya diarahkan pada oknum dan sistem, menjadi kabur akibat tuduhan yang terlalu luas,” tambahnya.


Ia menutup dengan menegaskan bahwa publik membutuhkan kritik yang akurat dan konstruktif, bukan sekadar pernyataan keras yang mudah dikutip namun minim substansi. “Kritik yang kuat bukan yang paling lantang, tetapi yang paling tepat sasaran. Tanpa itu, yang tersisa hanya gema retorika tanpa kedalaman,” pungkasnya.


(Rifai).


 




 
Berita Lainnya :
  • Yusril Ihza Mahendra Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry
  • Sentuh Sisi Kemanusiaan, Kapolres Sergai Besuk Balita Penderita Tumor Kepala
  • Pimpin Pengarahan Perdana, Plt. KSP Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
  • Bongkar Kasus Penyadapan Presiden, PP IPA Beri Dukungan Penuh untuk Kapolri Jenderal Suyudi
  • Polri dan BNN Gandeng ONCB Thailand Kejar Buronan Jaringan Narkotika di Perbatasan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Yusril Ihza Mahendra Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry
    02 Sentuh Sisi Kemanusiaan, Kapolres Sergai Besuk Balita Penderita Tumor Kepala
    03 Pimpin Pengarahan Perdana, Plt. KSP Tekankan Integritas dan Akuntabilitas
    04 Bongkar Kasus Penyadapan Presiden, PP IPA Beri Dukungan Penuh untuk Kapolri Jenderal Suyudi
    05 Polri dan BNN Gandeng ONCB Thailand Kejar Buronan Jaringan Narkotika di Perbatasan
    06 Satgas TMMD Kodim Boyolali Bersama Warga Kebut Pengecoran Jalan
    07 Prabowo Panggil Dirut KAI, Bahas Revitalisasi Monas dan Stasiun Gambir
    08 Bupati Asmar Jajaki Investasi Sagu Meranti, Bidik Pasar Jepang
    09 Integrasi Data K/L Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Mendagri
    10 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    11 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    12 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    13 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    14 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    15 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    16 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    17 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    18 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    19 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    20 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    21 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    22 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com