Presiden Prabowo Saksikan MoU Bisnis Raksasa Rp401,71 Triliun, Teddy: Indonesia Magnet Investasi Kawasan
Tokyo, - Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/03/2026).
Kesepakatan yang tercapai dalam forum tersebut memiliki nilai total sebesar USD23,63 miliar atau sekitar Rp401,71 triliun.
Adapun daftar nota kesepahaman yang diumumkan adalah sebagai berikut:
1. MoU tentang produksi metanol dengan memanfaatkan emisi CO2 dari PKT di Bontang, Kalimantan Timur antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT. Kaltim Methanol Industri;
2. MoU tentang kerja sama di bidang perdagangan, niaga, dan investasi antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Japan Chamber of Commerce and Industry;
3. Kerja sama strategis untuk pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Indonesia antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX;
4. MoU untuk peluang kemitraan potensial di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara antara PT Pertamina Hulu Energi dan INPEX;
5. MoU tentang pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia dan Jepang; desain dan manufaktur chip elektronik serta kecerdasan buatan antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd.;
6. MoU terkait berbagai kajian menuju realisasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa antara PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX;
7. MoU antara SMBC Indonesia dan Pegadaian untuk berkontribusi pada ekosistem emas Indonesia serta inklusi keuangan antara PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia;
8. MoU tentang Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership antara PT Nose Herbal Indo dan 2Way World;
9. MoU tentang Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara dan Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital;
10. MoU tentang penguatan hubungan kerja sama antara JETRO dan PT Danantara Investment Management;
11. MoU tentang Hululais Geothermal Power Plant Project antara Pemerintah Indonesia dengan JICA.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang menghasilkan investasi yang luar biasa senilai lebih dari Rp401 triliun.
Seskab Teddy menambahkan bahwa komitmen investasi tersebut merupakan bagian dari keseluruhan perjanjian kerja sama Indonesia dan Jepang yang telah disepakati sebelumnya. Hal ini menunjukkan keberlanjutan dan konsistensi hubungan ekonomi kedua negara yang semakin erat.
“Jadi investasi tadi itu adalah bagian dari seluruh perjanjian Indonesia-Jepang. Kemudian yang kedua, besok sorenya akan dipertemukan dengan sekitar 12 pengusaha terbesar Jepang oleh Pak Menteri Investasi dan Menteri ESDM dengan Bapak Presiden seperti yang dilakukan kemarin di Amerika. Nah, kesimpulannya apa? Jadi intinya adalah Indonesia dengan investasi yang begitu besar di sini, tadi Pak Presiden datang, lebih dari Rp401 triliun investasi datang,” imbuh Seskab Teddy dalam keterangannya usai mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang, di Tokyo, pada Senin, 30 Maret 2026.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan melanjutkan rangkaian kunjungan resminya di Jepang dengan melakukan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari agenda hari pertama kunjungan Presiden, yang di antaranya telah meliputi pertemuan dengan Kaisar Jepang serta capaian komitmen investasi besar dari kerja sama Indonesia-Jepang.
“Jadi di samping hari ini tadi bertemu Kaisar, kemudian ada investasi lebih dari Rp400 triliun, besok Bapak Presiden akan bertemu juga dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi,” ujar Seskab Teddy.
Seskab Teddy menegaskan bahwa besarnya komitmen investasi yang masuk menjadi bukti kuat bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan utama investasi global.
“Itu adalah bukti bahwa Indonesia menjadi magnet investasi dunia. Itu yang pertama."
"Kemudian yang kedua, di luar negeri semakin mantap untuk berinvestasi di Indonesia,” pungkas Seskab Teddy.
Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai magnet investasi dunia, dengan kepercayaan global yang kian menguat untuk menanamkan modal di Tanah Air.
Hal tersebut tercermin dari besarnya komitmen investasi yang tercapai dalam rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jepang, sekaligus menunjukkan Indonesia semakin mantap menjadi mitra internasional untuk berinvestasi.
(***).
Komentar Anda :