Ramadan Penuh Kepedulian, Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara Turun Langsung Bantu Korban Banjir di Blang Peuria
Aceh Utara, - Menjelang waktu berbuka puasa pada hari ke-21 Ramadan, suasana di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah upaya warga memulihkan kehidupan pascabanjir besar yang melanda akhir tahun 2025 lalu, bantuan berupa nasi kotak hadir langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi, turun langsung ke lokasi untuk membagikan nasi kotak kepada masyarakat, khususnya keluarga yang rumahnya rusak bahkan hilang diterjang banjir. Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih berjuang bangkit dari bencana, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh makna kebersamaan.
Dengan menyusuri rumah-rumah warga yang terdampak banjir, Syibral menyapa dan menyerahkan langsung bantuan makanan untuk berbuka puasa. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat yang masih menjalani kehidupan sederhana setelah musibah melanda.
“Di bulan Ramadan ini kita ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir. Semoga bantuan sederhana ini bisa sedikit meringankan beban mereka saat berbuka puasa,” ujar Syibral.
Ia menegaskan bahwa partainya ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aktivitas politik, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan, terutama saat masyarakat membutuhkan dukungan.
Warga Desa Blang Peuria menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan, karena sebagian besar masih berada dalam tahap pemulihan setelah bencana banjir melanda kawasan itu beberapa bulan lalu.
Salah seorang warga, Paknek, mengungkapkan bahwa bantuan makanan menjelang berbuka puasa sangat membantu, terutama bagi keluarga yang saat ini tinggal di hunian sederhana dengan alas terpal.
“Hampir empat bulan pascabencana kami belum menerima dana bantuan apa pun dari pemerintah. Kami yang rumahnya hilang berusaha bangkit secara mandiri. Menjelang Lebaran, kami masih menanti bantuan rumah atau bantuan dana lain yang katanya akan diberikan pemerintah pusat,” ujarnya.
Kegiatan berbagi nasi kotak ini menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Selain membagikan bantuan, Syibral juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka setelah banjir.
Langkah kecil namun penuh makna tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, kepedulian dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat. Bantuan sederhana yang hadir di waktu yang tepat mampu menghadirkan harapan bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
(Rifai).
Komentar Anda :