Kajati Riau Hadiri Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Menko Polkam Tekankan Pencegahan Dini
Pekanbaru, - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Dr. Sutikno, S.H., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Pandawa Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (5/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, yang hadir bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Kegiatan diawali dengan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana, meliputi personel, peralatan pemadam kebakaran, hingga dukungan logistik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
Selanjutnya, Menko Polkam bersama rombongan meninjau barisan personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta perwakilan perusahaan yang turut dilibatkan dalam penanggulangan karhutla.
Dalam amanatnya, Djamari menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana tersebut.
“Presiden memberikan perhatian besar terhadap persoalan karhutla. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk mencegah dan menangani bencana ini,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan yang dilakukan sejak dini, tanpa menunggu hingga kebakaran meluas.
Salah satu upaya yang terus didorong pemerintah adalah optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pengisian kanal-kanal di lahan gambut guna menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar.
Selain itu, Menko Polkam meminta pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota, untuk segera menyiapkan seluruh sumber daya yang diperlukan, baik personel, peralatan, maupun sistem deteksi dini.
Ia juga mengingatkan perusahaan pemegang konsesi perkebunan dan kehutanan agar meningkatkan tanggung jawab serta mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menyediakan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran di wilayah kerjanya.
“Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam melaporkan titik api sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, peran awak media turut diharapkan untuk terus memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menutup arahannya, Menko Polkam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.
“Sinergi semua pihak sangat penting dan harus terus dijaga demi mencegah terjadinya bencana karhutla,” pungkasnya.
(Dali).
Komentar Anda :